Yogyakarta

Yogyakarta

 

Yogyakarta  atau orang lebih sering menyebutnya “Jogja” adalah kota di Pulau Jawa yang dikenal karena tradisi dan warisan budayanya. Kraton dan Candi adalah ikon kota Jogja. Banyak wisatawan asing maupun lokal yang datang ke kota ini, yang juga terkenal karena makanannya “Gudeg”.

IMG_2674

 

“Salah satu sudut kota Jogja dan penjual Gudeg”

 

 

 

Jika kita datang dari Jakarta, perjalanan menuju Jogja bisa ditempuh dengan berbagai moda transportasi, diantaranya mobil pribadi, Bus, Kereta ataupun Pesawat terbang. Buat saya perjalanan ke kota gudeg ini lebih menyenangkan dengan menggunakan moda transportasi kereta. Moda transportasi kereta tersedia dari mulai kelas ekonomi, bisnis ataupun eksekutif. Untuk kelas ekonomi dan bisnis bisa ditempuh melalui Stasiun Pasar Senen, sementara untuk ekskutif  melalui Stasiun Gambir.

Saya memilih kelas bisnis dan berangkat dari Stasiun Pasar Senen dengan kereta Senja Utama Solo, harga tiketnya Rp. 275rb (termahal dikelasnya) bisa di pesan online di  https://tiket.kereta-api.co.id/. Berangkat pada jam 10 malam dan sampai pada jam 06 pagi, Perjalanan di tempuh selama 8 jam. Sesampainya di Jogja saya memilih menyewa kendaraan, berdasarkan hasil googling, jalan-jalan di Jogja dengan menggunakan moda transportasi umum akan sedikit memakan waktu, karena di sana hanya tersedia taxi, bis dan trans jogja serta becak. Jangan harap anda akan menemukan angkot di kota ini.

 

 

Prambanan

Jogja dan candi, itu adalah hal pertama yang membuat saya tertarik berkunjung ke kota ini, Candi Prambanan menjadi destinasi pertama untuk dikunjungi, tiket masuknya  Rp. 30rb, tersedia juga tiket terusan Prambanan – Ratu Boko seharga Rp. 50rb, dengan fasilitas shuttle bus yang akan mengantar kita dari komplek candi Prambanan menuju Candi Ratu Boko.

IMG_2673

Exotic Santuary, itu kesan pertama yang saya dapat saat dihadapan saya berdiri kokoh sebuah bangunan peninggalan sejarah. membuat saya terkagum dengan keindahan dan misteri yang ada di dalamnya.

“Candi Prambanan identik dengan kisah Roro Jongrang,  Rara Jonggrang (ejaan alternatif: Loro Jonggrang; Lara Jonggrang) adalah sebuah legenda atau cerita rakyat populer yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta diIndonesia. Cerita ini mengisahkan cinta seorang pangeran kepada seorang putri yang berakhir dengan dikutuknya sang putri akibat tipu muslihat yang dilakukannya. Dongeng ini juga menjelaskan asal mula yang ajaib dari Candi Sewu, Candi Prambanan, Keraton Ratu Baka, dan arca Dewi Durga yang ditemukan di dalam candi Prambanan. Rara Jonggrang artinya adalah “dara (gadis) langsing”.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Rara_Jonggrang

 

Selesai menjelajah Candi Prambanan, kita akan melanjutkan perjalanan ke komplek candi Ratu Boko, dengan menggunakan shuttle bus.

IMG_2214

 

Ratu Boko

Situs Ratu Baka atau Candi Boko (bahasa Jawa: Candhi Ratu Baka) adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Situs Ratu Baka terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha.[1]
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka

 

 

Anda bisa lebih menikmati keindahan pemadangan di komplek ini dari situs pembakaran  mayat. Seperti yang saya lakukan.

IMG_2244

Jika anda datang pada sore hari, di komplek Ratu Boko, terdapat satu Restoran dengan dengan nama Ratu Boko sunset, anda bisa makan sambil menikmati sunset yang indah.

 

Taman Sari 

Historical site selanjutnya adalah Taman Sari. Taman Sari adalah lokasi bekas kerajaan kesultanan Yogyakarta. Taman Sari terletak  sekitar 2km selatan dari Kraton saat ini. Taman Sari terdiri dari beberapa komplek, diantaranya komplek pemandian, area meditasi, tempat persembunyian. Hanya komplek pemandian yang masih terjaga, komplek lainnya sudah menyatu dengan area perkampungan sehingga menyulitkan kita untuk menyusuri tempat bersejarah itu, kecuali memakai jasa guide lokal. Tiket masuk ke Taman Sari Rp. 5rb.

 

 

Gunung Kidul 

Jogja dan pantai, jangan melewatkan destinasi pantai jika anda ke Jogja. Daerah Gunung kidul sedang happening dengan kawasan pantainya yang indah. Untuk Menuju daerah pantai di Gunung kidul di perlukan waktu sekitar dua jam perjalanan dari kota Jogja.

Beberapa pantai yang bisa anda nikmati saat mengunjungi Gunung Kidul diantaranya Pantai Indrayanti, Pok Tunggal, Nglambor, Slili, Drini, Kerakal, Sandranan, dan masih banyak lagi.

Pantai Sandranan

Pantai Sandranan menjadi pilihan pertama karena saya berniat snorkeling , tapi sangat disayangkan ombak saat itu begitu besar , sehingga tidak bisa melakukan kegiatan snorkeling karena cukup berbahaya, jadi saya hanya bisa menikmati keindahan pantainya saja.

 

Pantai Drini

Pantai Drini, mempunyai spot yang lebih banyak untuk dinikmati keindahannya, berbagai macam permainan air bisa dilakukan disini, lagi-lagi snorkeling tidak bisa dilakukan, karena ombaknya begitu besar, pantai-pantai di Gunung Kidul mempunyai satu garis pantai. Sehingga kondisi ombak setiap pantai hampir sama. Tapi saya masih bisa melakukan kegiatan bermain kano disini,   https://queenriri21.wordpress.com/pantai-drini/

 

Senja di Jogja, itu adalah moment yang akan membuat kita rindu dengan Jogja. Dan saya bisa menikmatinya saat akan pulang menuju Jakarta.

IMG_2628

” I leave my heart in Jogja”