Open trip Bromo

Mencoba trip ala-ala backpacker dan mengutip istilah para backpacker ,”jangan ngaku orang Indonesia kalau belum pernah ke Bromo”, rasanya tidak berlebihan apalagi bagi para traveller. Kali ini saya memulai perjalanan ke Bromo dengan menggunakan kereta matarmaja dari stasiun senen menuju Malang, berangkat pada jam 03 sore dan sampai jam 08 pagi , perjalanan yang sangat panjang , tapi bagi traveller , ini yang dinamakan trip sesungguhnya. :), tapi buat saya ,sungguh melelahkan.

Sampai di stasiun Malang, kita bisa mampir di balaikota Malang dengan tamannya yang cukup indah, tinggal jalan kaki saja dari stasiun .

 

Dari Balai kota Malang , kami menuju candi jago, perjalanan yang di tempuh cukup lama, sekitar satu jam. Candi jago tidak begitu besar, malah buat saya terlihat sudah tidak asli lagi, mungkin karena sudah banyak dilakukan pemugaran. Cuaca siang itu kurang bersahabat, sangat panas sekali. Sehingga kami memutuskan untuk tidak berlama-lama di area ini.

candi-jago

 

Istirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan menuju coban pelangi, wisata air terjun yang cukup terkenal disana, di tempuh dengan jalan kaki, jalanan menuju air terjun agak licin  dikarenakan hujan, , jadi harus ekstra hati-hati2. tapi inilah tantangannya wisata alam. dan siapkan diri anda untuk melalui jalanan yang lumayan terjal untuk sampai dilokasi air terjun.

Finally, inilah saat yang kami tunggu,, Bromo “We are coming”

Perjalanan menuju puncak Bromo dimulai jam 01 pagi, jeep sudah menunggu untuk membawa kami menelusuri jalanan tajam menuju kawah Bromo. Bagi saya ini justru momen yang memberi kesan, saya selalu katakan kepada teman yang bertanya , tentang Bromo “kalian harus rasakan sensasi jeep dan jalanannya “. jalanan terjal yang di tempuh di tengah malam.

 

Untuk menuju puncak Bromo, kami mulai dari Desa Gubuk Klakah , di tempuh selama  kurang lebih 2 jam dengan kendaraan jeep. setelah itu kami lanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam untuk sampai di pananjakan . Bagi anda yang kelelahan , anda bisa menggunakan jasa kuda untuk bisa sampai di pananjakan, dan selanjutnya anda harus menaiki tangga kurang lebih 200 anak tangga untuk bisa sampai di puncak Bromo. Tapi anda tidak usah khawatir , segala kelelahan akan terbayar setelah melihat keindahan Maha Karya Sang Pencipta.

 

“One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” – Henry Miller